Sehat
Mengapa Manusia Membutuhkan Makanan ?
Beberapa anak susah kalau disuruh sarapan pagi, dengan alasan buru-buru ke sekolah atau malas. Padahal, sarapan pagi itu sangat penting karena sebagai sumber energi dalam beraktifitas. Sarapan merupakan waktu makan yang penting karena mengganti waktu malam yang tidak terisi makanan serta menambah kebutuhan zat gula dalam makanan.
Ada sumber yang menyebutkan bahwa zat gula adalah sumber energi yang diserap dari karbohidrat yang dimakan. Selama tidur, 12 jam tubuh kita puasa sepanjang malam, dan di pagi hari berada dalam tahap pertama merasa lapar. Oleh karena itu pagi hari adalah waktu makan yang penting bagi tubuh saat zat gula dalam tubuh mengalami penurunan ketingkat yang paling rendah. Dengan mengonsumsi makan yang bergizi akan memberi peningkatan metabolisme.
Aktivitas makan akan meningkatkan kemampuan pembakaran lemak dalam tubuh. Sarapan menyediakan proposi yang cukup untuk sepanjang hari, untuk itu sebaiknya mengonsumsi makan yang penuh nutrisi seperti zat besi, vitamin, dan serat. Selain itu, dengan makan bisa memperbaiki kemampuan dalam berfikir dan menjaga agar penampilan mental tetap baik.
Makan pun harus diimbangi dengan nutrisi yang seimbang, ada kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin. Jadi makan tidak hanya sekedar kenyang, tetapi juga harus dipilih makanan yang bagus dan bermanfaat untuk tubuh. Dengan makan tubuh kita akan mendapat energi yang menjadi bahan bakar tubuh untuk melaksanakan aktivitas. Jika metabolisme tubuh terganggu, maka tubuh akan mengalami berbagai gangguan seperti pusing, perih, dan lemas.
Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu aktivitas belajar anak di sekolah. Oleh karena itu aturlah pola makan yang tepat dengan makan tiga kali sehari. Dengan membiasakan diri untuk makan teratur, selain menghindari maag, juga untuk menjaga tingkat kadar gula dalam darah agar tidak terlalu turun. Jika tubuh tidak diberi asupan makan, kadar gula akan turun secara menetap dan jika terus turun akan menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya adalah lemah, mangantuk, pusing, pucat, jantung berdebar, rasa dingin, bahkan dapat mengarah pada kondisi yang lebih fatal, seperti kahilangan kesadaran.
(KOMPAS, 30 Desember 2007)
Komentar
Posting Komentar